Pidato Ketua Umum DPP GAMKI, Willem Wandik S.Sos., Pada Ibadah Perayaan Paskah dan Dies Natalis GAMKI KE – 59 Tahun 2021, 30 April 2021

0
18

Pidato Ketua Umum DPP GAMKI, Willem Wandik S.Sos., Pada Ibadah Perayaan Paskah dan Dies Natalis GAMKI KE – 59 Tahun 2021, 30 April 2021 (23 April 1962 – 23 April 2021)

Kebangkitan, Keimanan dan Perdamaian
“Umat Kristus Itu Satu Tubuh”

Kebangkitan Atas Kematian, Menjadi Pribadi Yang Percaya dan Perduli
Kebangkitan Atas Kematian, Menjadi Pribadi Yang Percaya dan Perduli

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya begitu Agung, telah melahirkan kita kembali dalam Kebangkitan Yesus Kristus diantara orang mati, kepada kehidupan yang diterangi oleh cahaya keimanan dan kebenaran.

Hari Paskah merupakan penanda Kebangkitan, dalam tradisi naskah Alkitab, umat Kristen mendapatkan petunjuk ajaran, bahwa Tuhan Yesus Dibangkitkan dari kematian, itu bukan sekedar peristiwa biasa, melainkan sebagai peristiwa Agung, dimana Tuhan menunjukkan mujizat-Nya, bahwa kematian yang menjadi pemutus kehidupan, kejayaan raja raja dunia, kehebatan bangsa bangsa penakluk dunia, akan berakhir dengan datangnya kematian. Namun, berbeda dengan Tuhan Yesus, kematian itu disempurnakan dengan Kebangkitan, Kematian yang merupakan jalan Penebusan Dosa Manusia, Bukan untuk diri Tuhan sendiri, melainkan, demi dosa dosa manusia yang begitu banyak.

Berkata Tuhan dalam Firman-Nya:

“Yesus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45)

Tuhan Yesus memberikan contoh teladan, kepada umat Kristen, bahwa dirinya datang ke bumi yang fana ini, bukan untuk di puja puja, bukan untuk di sanjung sanjung, bukan untuk menjadi penguasa, bukan untuk menjadi orang yang paling kaya, melainkan untuk melayani umat yang berputus asa, menguatkan kaum yang lemah, memberikan keadilan bagi yang teraniaya, menghadirkan kasih ditengah tengah permusuhan umat, meletakkan kuasa yang adil di tengah tengah rakyat, dan yang terpenting diatas semua itu, tanpa penebusan dosa Tuhan Yesus, maka tidak ada manusia yang akan selamat dari kematian, selain mendapatkan tempat kembali yang buruk, tertolak dari karunia dan kasih Tuhan, dan akan hidup sengsara dalam keabadian.

Hari paskah itu dapat bermakna bangkitnya akal pikiran manusia yang waras, terbebas dari belenggu dan tradisi dosa manusia yang hidup dalam kegelapan, tentunya cahaya Tuhan akan datang bersama kebaikan, dan akan tenggelam bersama dosa dosa manusia.

Dalam kehidupan berbangsa dewasa ini, hendaknya kita hidup dengan mengedepankan nurani dan akal sehat. Sebab Tuhan telah menganugerahkan kepada kita semua, kecerdesan berfikir, kepekaan nurani, kepekaan sosial, untuk peduli terhadap sesama umat manusia.

Ketidakpedulian, sikap apatis, sikap individualis, merupakan simbol kematian, yang di tunjukkan oleh Tuhan Yesus, Dan “Kebangkitan-Nya” menunjukkan sikap pelayanan tanpa pamrih kepada umat-Nya.

Indonesia belum sepenuhnya pulih dari Pandemi Covid 19, ancaman kesehatan masih menjadi masalah serius, pemulihan ekonomi nasional masih berjalan terseok seok, ekonomi umat masih berada diambang ketidakpastian, negara terus meningkatkan risiko penggalangan utang, rasio kemiskinan pada rakyat kecil terus mengalami peningkatan, kehidupan intoleransi terus meningkat, para pemimpin Nasional kehilangan keteladanan, para pemuda terjebak dalam kehidupan Narkoba, para pelajar dan mahasiswa kehilangan ruang ruang interaksi belajar, meningkatnya kriminalitas anak anak remaja, orang tua tidak bisa menafkahi anak dan keluarganya, anak anak durhaka pada orang Tua, dan seterusnya, itu semua, merupakan pertanda “datangnya kematian” dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sebagai umat yang percaya dengan ajaran Tuhan Yesus, seharusnya, kita bergerak maju kedepan, bukan justru mundur ke belakang, setelah mengetahui adanya “tanda tanda kematian” dalam berbagai aspek sosial dan kebangsaan, seharusnya, kita datang bergandengan tangan, untuk menuju era Kebangkitan, seperti yang di ajarkan dalam perayaan hari paskah.

Hari paskah itu dalam konteks negara, bukan hanya bicara tentang masalah, melainkan bicara tentang solusi. Jika kita sepenuhnya percaya dengan ajaran Tuhan Yesus, maka, yakinlah solusi bagi negara tercinta kita, akan hadir bersama pertolongan Tuhan.

Jika kita sebagai bangsa, masih merasakan banyaknya masalah yang belum terpecahkan, mungkin kita masih kurang beriman kepada Ajaran Tuhan Yesus.. Sehingga, Tuhan masih belum memperlihatkan Mujizat-Nya, sebagaimana Kebangkitan diri-Nya setelah peristiwa Penyaliban, yang menjadi momentum sakral bagi penebusan dosa dosa manusia di muka bumi ini.

Kebangkitan, Keimanan dan Perdamaian “Umat Kristus Itu Satu Tubuh”

Dies Natalis GAMKI Ke – 59 merupakan refleksi dari kebangkitan umat Gereja dari kematian sifat manusia yang cenderung individualis, cinta dunia, memperkaya diri sendiri, dan pada akhirnya, melebur dalam keyakinan bersama Tuhan, untuk melakukan perubahan sosial, budaya, politik, dalam konteks ketatanegaraan, melalui pengorganisasian kepentingan umat Kristen dalam wadah pergerakan GAMKI, secara nasional dan komprehensif.

Wujud nyata partisipasi kita semua sebagai umat Kristen yang mengimani Yesus Kristus, sebagai juru selamat, yang telah memperlihatkan mukjizat-Nya yang sangat Agung, Kebangkitan setelah kematian diantara orang orang mati, harus dapat di ekspresikan kedalam perayaan Dies Natalis GAMKI ke – 59, yang mana usia GAMKI tersebut telah melampaui usia 1/2 abad, dimana disepanjang GAMKI berdiri, tantangan kehidupan umat Kristen dalam dinamika bernegara di Indonesia, hingga hari ini datang silih berganti, dan merupakan tanggung jawab kita semua dihari ini, untuk melanjutkan perjuangan Gereja, perjuangan umat, menempatkan Umat Kristen dan GAMKI sebagai pilar pelindung umat yang kokoh, kuat dan tangguh, sebagaimana kokohnya keimanan Yesus Kristus menghadapi Takdir Penyaliban dari Allah Bapak Di Surga.

Firman Tuhan Dalam Alkitab:

“Saudara – saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh kedalam berbagai bagai percobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan dan Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh, dan tidak kekurangan suatu apapun (YAK. 1:2-4)”.

Dewasa ini, umat GAMKI di seluruh nusantara, menghadapi tantangan, meningkatnya aksi kekerasan terhadap umat gereja, berbagai peristiwa teror yang menyasar Gereja yang dilakukan oleh sekelompok orang fanatik dan menjadikan umat Kristen sebagai sasaran pelampiasan amarah dan kefanatikan yang membabi buta.

Kesaksian kami di Tanah Papua, sebagai tanah Injil yang di urapi dan dikuduskan oleh para misionaris, bahkan sebelum Indonesia merdeka, begitu banyak pengorbanan para penginjil yang mengorbankan nyawanya, demi tegaknya ajaran Kristus di wilayah suku suku komunal di Tanah Papua.. Namun pada hari ini, kami melihat tidak adanya masa depan umat Kristen di lembah lembah, di hutan hutan, di pegunungan pegunungan, dipulau pulau, dirawa rawa, disebabkan tercemarnya tanah injil di Tanah Papua, dengan lingkaran kebencian, lingkaran kekerasan bersenjata, lingkaran aksi balas dendam, disepanjang pemberlakuan operasi militer yang telah berlangsung beberapa masa (tahun lalu) peringatan hari Natal dan Paskah.

Sebagai umat Kristen, kita tidak boleh menutup mata, bahwa tragedi di tanah Injil, Tanah Papua itu, hanya sekedar konflik yang terjadi di wilayah komunal suku suku pedalaman Tanah Papua, tentunya tidak seperti itu, sebab, Tuhan Yesus melihat umat Kristen sebagai satu tubuh, satu “soul/jiwa/roh”, dimana apabila terdapat umat Tuhan yang tertembak peluru aparat, gerejanya rusak, para Pendeta/pastor/gembala terpaksa harus meninggalkan jemaat di wilayah konflik, maka sesungguhnya, keadaan tersebut, merupakan masalah yang dihadapi oleh umat Kristen di seluruh dunia.

Firman Tuhan dalam Alkitab:

“Karena sama seperti tubuh itu satu, dan anggota anggota banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh, Kita Semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. (I KORINTUS 12: 12 -13)”.

Firman Tuhan telah diterangkan secara jelas, apa makna terhadap serangan kelompok fanatik terhadap umat Kristen akhir akhir ini, seolah olah, gereja dapat menjadi pelampiasan amarah, dendam, dan tentunya kita tidak bisa mengabaikan “motif politik tertentu” yang menjadikan umat Kristen sebagai obyek pelampiasan.

Jika kita tidak bisa menciptakan perdamaian di tempat tempat Tuhan Yesus di muliakan, maka dipastikan tidak ada tempat di Indonesia ini, yang akan damai dan tentram bagi penyembahan Tuhan.

Sebagai satu tubuh, karena kita telah diurapi oleh Roh Kudus Yang Sama, maka, kami meminta uluran tangan kita semua, untuk bergandengan tangan, mengetuk hati para penguasa di republik ini, untuk menempuh jalan damai, jalan kasih, disetiap sudut tempat dimana pelayanan Gereja hadir, termasuk di dalam penuntasan siklus kekerasan bersenjata di Tanah Papua, melalui resolusi damai adat, di Tanah Injil.

Oleh karena itu, dalam peringatan Dies Natalis GAMKI Ke – 59 ini, ijinkan kami menyampaikan pesan penutup, dalam Firman Tuhan:

“Jawab Yesus: Akulah Kebangkitan dan Hidup, Barangsiapa Percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (YOHANES 11: 25)

Memaknai pesan Alkitab, bahwa Hanya Bermodalkan Percaya, Iman, Keyakinan kepada Yesus lah, diri kita akan selamat, baik semasa hidup maupun sesudah kematian.

GAMKI adalah organisasi pergerakan umat, yang visioner, menatap masa depan, selalu berusaha mencari solusi kebaikan bagi umat, dan kita semua rela menanggalkan kemewahan pribadi kita sendiri, untuk mengabdi pada maksud mulia Tuhan, dalam pengabdian, peribadatan, pelayanan, dan menciptakan Bangsa dan Negara yang maju, sejahtera, adil (tentram), dan tentunya di berkati oleh Tuhan Yesus Kristus.

Akhir kata, Jangan pernah melupakan Tuhan dalam setiap penyertaan hidup, dan pelayanan yang kita lakukan di berbagai bidang profesi manapun yang kita geluti. Karena kesombongan manusia, Tuhan menghadirkan penyakit yang begitu rumit Covid 19 yang hingga hari ini memporak-porandakan kehidupan ratusan negara di dunia.

Kembali menjadi umat Tuhan yang beriman dan percaya, bahwa Kehadiran-Nya dalam kayu penyaliban, bukanlah sekedar persitiwa kematian biasa, melainkan kematian yang mengajarkan umat manusia, arti pentingnya, pengorbanan, ketulusan, berbagi antar sesama, kepedulian, cinta kasih, dan tentunya, memuliakan orang orang yang terpinggirkan, lemah, dan tidak beruntung.

Dengan demikian, kita semua berharap, Karunia Tuhan akan hadir bersama kita semua, apabila kita sanggup menujukkan kepedulian kita terhadap sesama umat Tuhan.

Terimakasih kami selaku Ketua Umum DPP GAMKI, atas segala dedikasi perjuangan, pengorbanan, yang diberikan oleh seluruh kader GAMKI di seluruh pelosok nusantara, tanpa partisipasi para kader diseluruh tingkatan (DPD, DPC, hingga Ranting), maka keberadaan kami fungsionaris di DPP GAMKI tidaklah memiliki nilai apa apa.

Selamat Merayakan Paskah dan Selamat Ber-Dies Natalis GAMKI Ke-59 Tahun 2021 bagi Seluruh Kader dan Pengurus GAMKI di Seluruh Pelosok Nusantara, Kiranya Sang Kepala Gerakan, Tuhan Kita Yesus Kristus Terus Menyertai Perjuangan Kita Semua.

Ora Et Labora,

Cinta Tuhan Cinta Nusa Bangsa,

GAMKI Terus Berpelayanan,

GAMKI Terus Berkarya,

Bangga Ber-GAMKI.

Syalom, Wa Wa, Matur Nuwun, Horas…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here