Beri Pengalaman Nonton Konser Kala Pandemi, Pop Up Booth Experience Bergerak Beradaptasi Hadir di JNM Bloc

0
617

 

 

Beri Pengalaman Nonton Konser Kala Pandemi, Pop Up Booth Experience Bergerak Beradaptasi Hadir di JNM Bloc

 

“Lakukan semuanya dengan penuh suka cita dan tanpa paksaan. Kesadaran dan tahu diri untuk berdampingan dengan pandemi yang menolong kita semua dari keterpurukan saat ini.”

 

Yogyakarta, Cendekiawanprotestan.com

 

Gerakan #BergerakBeradaptasi tak henti memberikan kejutan baru untuk masyarakat yang rindu saat menonton konser. Membuat gebrakan dan terus melakukan perubahan di dunia industri musik agar lepas bangun dari tidur.

 

Kini hadir dengan membuat Pop Up Booth Experience Bergerak Beradaptasi. Diadakan dari tanggal 19 – 21 Oktober 2021 di JNM Bloc Yogyakarta, instalasi dengan experience mengikuti konser kala pandemi, dalam hal ini Konser Jazz Gunung Bromo 2021 menggunakan protokol kesehatan yang ketat dapat kita rasakan langsung dalam instalasi ini.

 

Yang menarik, gerakan ini fungsikan balon dan hula hoop untuk menjaga jarak antar pengunjung.

 

Dzulfikri P. Malawi, Inisiator Gerakan Bergerak Beradaptasi mengatakan bahwa dengan adanya instalasi Pop Up Booth Experience Bergerak Beradaptasi, membuat pesan dan tujuan komunikasi yang ingin disampaikan lebih efektif dan bisa dirasakan dengan jelas.

 

“Pop Up Booth Experience Bergerak Beradaptasi merupakan salah satu rangkaian kampanye yang bertujuan untuk mengedukasi para pihak tanpa terkecuali penonton dan dapat merasakan sensasi menonton konser musik kembali. Kami juga sudah menerapkan protokol kesehatan agar datang sehat pulang pun bugar tanpa harus membuat klaster baru & sumbangsih terhadap lonjakan ketiga,” ujar Fikri.

 

Ia berharap dengan adanya gerakan ini membuat para pelaku seni dan pertunjukkan untuk saling memberi semangat satu sama lain. Dapat mengedukasi diri sendiri agar mau bergerak dari keadaan sulit saat ini. Bentuk ekspresi ini didedikasikan untuk ekosistem di industri pertunjukkan seni dan budaya Indonesia, termasuk juga penonton yang menjadi bagian terpenting di dalamnya.

 

Selain itu, Pop Up Booth Experience Bergerak Beradaptasi ini bisa berjalan dengan baik, salah satunya karena mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pihak JNM Bloc. Fikri berterimakasih kepada pihak JNM Bloc yang sudah mau mendukung acara tersebut dengan memfasilitasi tempat.

 

Arie Widyasatwika, Direktur Operasional Jogja National Museum / JNMBloc mengatakan kolaborasi ini bisa menyuarakan tata cara adaptasi kebiasaan baru untuk tetap bergerak terutama dalam skena pertunjukan seni dan budaya serta ekosistemnya.

 

“Gerakan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat di masa pandemi dan post pandemi, karena kita tidak hanya diam saja. Kita harus tetap bertahan, beradaptasi, dan berinovasi. Untuk pertunjukan seni dan budaya, kita harus bisa berekspresi atau melakukan kegiatan dengan protokol kesehatan yang ketat. Harus dari diri sendiri yang menyadari itu dan berharap bisa menyemangati yang lain untuk bisa bersama terus bergerak,” ucap Arie.

 

Sementara itu, dengan adanya acara ini bertepatan dengan pembukaan Jogja National Museum/ JNM Bloc pada Kamis, 21 Oktober 2021. Menjadi ruang kreatif bagi publik yang terus berkarya di masa pandemi, JNM Bloc akan tetap mendukung pergerakan kreatif para seniman yang ingin mengadakan acara.

 

Dengan ini, meski rangkaian kampanye #BergerakBeradaptasi di Yogyakarta telah selesai diadakan, Fikri berharap gerakan ini dapat menginspirasi gerakan serupa di kota-kota lain. Mempunyai tujuan awal mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk terus bergerak dalam keadaan sulit, membuahkan hasil dengan respon masyarakat yang tergerak hatinya untuk terus bangkit.

 

Yuk Terus #BergerakBeradaptasi!

***

Tentang Gerakan #Bergerak Beradaptasi

#BergerakBeradaptasi adalah sebuah gerakan solidaritas yang diinisiasi oleh Jazz Gunung Indonesia dan SAC Indonesia yang mengajak para pegiat seni dan pertunjukkan untuk saling memberi semangat satu sama lain lewat series poster, mural dan Pop Up Booth Experience #BergerakBeradaptasi sebagai bentuk propaganda untuk mengedukasi diri sendiri agar mau bergerak dari keadaan sulit saat ini. Bentuk ekspresi ini didedikasikan untuk ekosistem di industri pertunjukkan seni dan budaya Indonesia, termasuk juga penonton yang menjadi bagian terpenting di dalamnya.

Diawali dengan memberikan semangat kepada para pelaku seni dan pertunjukkan lewat karya poster 4 series bertajuk We Are Ready (untuk industri pertunjukkan seni dan budaya), Ready To Work (untuk para pekerja pertunjukkan seni dan budaya), Ready To Rock (untuk musisi, seniman, dan budayawan), Ready To Roll (untuk penonton dan penikmat pertunjukkan seni dan budaya).

Jika diam justru memperburuk keadaan, adaptasi berdampingan dengan pandemi semoga bisa jadi solusi. Ajakan untuk sadar diri terhadap komitmen prokes rasanya jadi juru kunci selamat untuk menggelar pentas-pentas lagi. Dan menikmatinya dalam kondisi yang tidak biasa.

Kini berjarak, memakai masker, dan dalam kondisi sehat adalah syarat wajib yang tak bisa ditawar- tawar lagi. Tujuannya agar datang dengan sehat di tempat pertunjukkan, pulang dengan keadaan yang bugar tanpa harus membuat klaster baru & sumbangsih terhadap lonjakan ketiga.

 

Gerakan #BergarakBeradaptasi ini didedikasikan untuk bangkitnya pertunjukkan seni dan budaya Indonesia, serta kembalinya kehidupan yang menghidupi orang-orang di dalamnya.
***

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here