LBH LENTERA KEADILAN RAKYAT MENYESALKAN ADUAN PEGAWAI PRIA KORBAN KEKERASAN PELECEHAN SEKSUAL DI KPI PUSAT TAK DITANGGAPI SERIUS

0
480

LBH LENTERA KEADILAN RAKYAT MENYESALKAN ADUAN PEGAWAI PRIA KORBAN KEKERASAN PELECEHAN SEKSUAL DI KPI PUSAT TAK DITANGGAPI SERIUS

Jakarta, cendekiawanprotestani.com

Dalam sebuah pesan yang viral di media sosial Twitter sejak Rabu (1/9) malam, MS menceritakan dengan rinci aksi kekerasan dan pelecehan seksual yang dialaminya di KPI sejak 2012 hingga setidaknya 2019 oleh sejumlah orang secara sistematis. Ia menyebut dengan lengkap nama dan jabatan tersangka pelaku yang selama bertahun-tahun melakukan kejahatan itu.

“Selama dua tahun ia memaksa saya membelikan makan seolah saya budak mereka, memaki bernuansa SARA dan rasis, memimpin penelanjangan dan melecehkan seksual, merundung secara verbal….,” demikian petikan pernyataan MS terhadap salah seorang tersangka pelaku yang bekerja di Divisi Humas KPI Pusat.

Mengalami kekerasan selama bertahun tahun, MS tidak tinggal diam begitu saja. Ia sudah melakukan berbagai macam upaya, mulai dari mengadukan perbuatan rekan kerjanya kepada atasan hingga melaporkan kasus tersebut kepada Komnas HAM dan polisi. Namun, sayangnya laporan laporan tersebut tidak ditindaklanjuti.

“Tanggal 11 Agustus 2017 saya mengadukan pelecehan dan penindasan tersebut ke Komnas HAM melalui email. Pada 19 September 2017, Komnas HAM membalas email dan menyimpulkan apa yang saya alami sebagai kejahatan atau tindak pidana. Maka Komnas HAM menyarankan saya agar membuat laporan kepolisian,” tulis MS.

“Pada 2019 saya akhirnya pergi ke Polsek Gambir untuk membuat laporan polisi. Tapi petugas malah bilang, “lebih baik adukan dulu saja ke atasan. Biarkan internal kantor yang menyelesaikan,” tulis MS.

Setahun kemudian, MS kembali menyampaikan pengaduan serupa ke Polsek Gambir. Ia berharap polisi akan memanggil pelaku untuk dimintai keterangan. Namun, lagi-lagi laporan tersebut tidak ditindaklanjuti.

Direktur LBH Lentera Keadilan Rakyat , Suprionoto menyesalkan begitu lamanya respon tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami MS. “Kami menyesalkan Pimpinan KPI Pusat, Komnas HAM, dan Kepolisian yang tidak resposif dan segera mendampingi Korban setelah sekian tahun mengalami hal yang mengerikan ini, harus Viral baru Pihak-pihak yang ada menanggapi dengan serius, apakah hanya kasus kekerasan dan pelecehan yang viral di medsos baru akan di tanggapi?”

Kami meminta kepekaan dari setiap unsur Lembaga yang memiliki fungsi perlindungan kepada korban – korban tindak kekerasan dan pelecehan seksual ini untuk menanggapi dengan serius setiap aduan yang ada, karena untuk dapat berbicara terkait dengan kasus kekerasan dan pelecehan seksual harus memiliki keberanian dan mental yang kuat, sehingga keseriusan Lembaga dalam menjalankan fungsi nya dibutuhkan, bukan hanya menanggapi aduan-aduan yang viral karena cerita yang mengerikan, Kata Suprionoto.

Kami juga mengingatkan bahwa kekerasan dan pelecehan seksual bukan hanya di alami oleh perempuan saja tapi kepada laki-laki juga dapat mengalami hal tersebut, dan kami harapkan Pemerintah lebih memperhatikan perlindungan korban tindak kekerasan pelecehan seksual , tambah Suprionoto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here