PESAN SIDANG SINODE XXIX GEREJA KRISTEN PASUNDAN Cipanas, 12-15 Juli 2022

0
33

PESAN SIDANG SINODE XXIX
GEREJA KRISTEN PASUNDAN
Cipanas, 12-15 Juli 2022

 

Bogor, Cendekiawanprotestan.com

 

Gereja Kristen Pasundan (GKP) bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Gereja, karena dapat melaksanakan Sidang Sinode XXIX sebagai perayaan iman bersama. Pelaksanaan Sidang Sinode XXIX di tengah situasi pandemi menolong kita untuk merenungkan kerapuhan hidup sekaligus memberi ruang untuk berpulih, berkarya dan membangun kehidupan berdasarkan rumusan tema: “Bersama Yesus Pokok Kehidupan GKP membangun kehidupan keluarga, gereja, masyarakat dan lingkungan hidup” (Markus 16:15; Yohanes 15:5; Roma 10:15). Melalui tema tersebut, segenap bagian GKP diajak untuk melekatkan diri pada Tuhan Yesus Kristus sebagai pokok anggur dalam melakukan karya kehidupan di tengah keluarga, gereja, masyarakat, dan lingkungan hidup.

Situasi pandemi mengubah sistem dan tatanan secara cepat, signfikan, dan besar-besaran. Disrupsi di berbagai bidang seperti teknologi, ekonomi, pendidikan, dll., tidak terelakkan. Model komunikasi yang semula personal menjadi komunikasi “digital-impersonal”. Begitu pula dengan model berelasi, kepemimpinan, dan spiritualitas. Disrupsi ini perlu disikapi dengan tepat, dengan memperhatikan:
Situasi eksternal /Global
Perang Rusia-Ukraina berdampak pada inflasi ekonomi global termasuk di Indonesia. Kenaikan gas, bahan bakar minyak, dan listrik memicu kenaikan harga-harga bahan pokok. Situasi ini sangat berdampak pada masyarakat Indonesia, termasuk anggota gereja yang sedang berada dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi. GKP perlu meningkatkan pengembangan ekonomi jemaat (PEJ) yang tepat sasaran.

Situasi sosial-politik di Indonesia menjelang Pemilu serentak tahun 2024 yang tahapannya sudah dimulai sejak tahun 2022. Politik identitas senantiasa mewarnai pemilu di Indonesia yang memecah-belah dan kemudian meninggalkan luka di masyarakat. Politik identitas tersebut juga berpotensi memecah-belah kehidupan berjemaat. Untuk itu, GKP perlu mengantisipasi perpercahan tersebut dengan memberikan pendampingan bagi anggota jemaat, khususnya mereka yang hendak mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Situasi politik 2024 akan berdampingan dengan isu pluralitas agama dan isu perempuan. Hasil pemilu 2024 dapat mengubah peta dan warna politik Indonesia, termasuk kelangsungan kebhinekaan, semangat moderasi beragama, dan kesetaraan gender. Berbagai kelompok intoleran masih ada dan secara diam-diam bertumbuh di akar rumput. Pemerintah telah mendorong moderasi agama dengan kuat. Maka, hal ini perlu direspons baik oleh GKP. Merefleksikan kembali Pancasila dan kebhinekaan menjadi amat penting di tengah situasi ini.

Tantangan yang tidak kalah penting dan membutuhkan tanggapan nyata gereja adalah perubahan iklim yang berdampak pada kerugian ekonomi (economic loss), banjir, peningkatan suhu, berkurangnya kuantitas dan kualitas air yang menyebabkan gagal panen, yang dapat berujung pada perdagangan orang (khususnya perempuan), diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan karena perempuan yang harus mencari air atau bekerja di ladang. Di Jawa Barat, pemerintah dan TNI mencanangkan ‘Citarum Harum’ sebagai bagian dari kesadaran ekologi. Respons terhadap perubahan iklim (climate change) ini sudah seharusnya menjadi norma moral segenap lapisan masyarakat, termasuk gereja. Gereja bukan hanya perlu menegaskan kembali pemahaman teologinya, namun juga aksi dan advokasi lingkungan hidup.

Dorongan global untuk bersikap inklusif yang ditunjukkan dengan perubahan paradigma di berbagai bidang seperti pendidikan, sosial, fasilitas yang terjangkau (aksesibilitas), dan akomodasi yang layak. GKP didorong untuk terus menerus mengembangkan sikap dan perilaku inklusif yang didasarkan pada perspektif kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI).

Di samping situasi eksternal di atas, beberapa aspek internal yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah:
Situasi pemulihan ekonomi akibat pandemi dan inflasi global memerlukan perhatian dan program intensif terus menerus. GKP perlu melibatkan seluruh potensi yang dimiliki untuk memberikan pendampingan pemulihan ekonomi, bagi anggota jemaat dan bagi masyarakat sekitar. Perhatian dan program intensif pun perlu diberikan kepada para pendeta emeritus dan janda-duda pendeta sebagai bagian dari SDM GKP.

Pada sisi lain, Gereja Kristen Pasundan perlu mempersiapkan SDM masa depan dengan program yang jelas dan sinambung. Bukan hanya bagi kebutuhan internal GKP seperti pendeta, penatua serta aktivis jemaat dan gereja (unit pelayanan GKP), namun juga kebutuhan masyarakat secara lebih luas termasuk di lembaga-lembaga strategis masyarakat.
Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, maka pembinaan kategorial maupun pembinaan dengan perspektif intergenerasional (antar-generasi) menjadi penting dalam mengatasi kesenjangan antar-generasi.
Penataan dan pengelolaan harta kekayaan GKP perlu terus dioptimalkan, salah satunya dengan menyiapkan sistem dan SDM yang mumpuni.
Untuk mendukung hal-hal tersebut diperlukan kepemimpinan di berbagai bidang yang memiliki:
Karakter transformatif: berani, jujur, percaya diri, asertif, lincah (agility)/fleksibel, rendah hati, bersedia mengembangkan diri, inovatif, berpikir kritis, bersedia keluar dari zona nyaman, disiplin (execution)/tuntas dalam mengerjakan sesuatu, kolaboratif (sinergis dan ekumenis), komunikatif, berpikir kontekstual, bertanggungjawab.
Prinsip: menjunjung kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial.

Wawasan masa depan dalam ruang eksplorasi untuk mendorong perubahan sehingga dapat menciptakan peluang (future practice).

Demikian Pesan Sidang Sinode XXIX tahun 2022, kiranya Pesan Sidang ini menginspirasi segenap bagian GKP. Allah Bapa sumber segala hikmat dan karunia, Yesus Kristus Sang Pokok Anggur, dan Roh Kudus yang menghibur dan menolong dalam segala perubahan, kiranya senantiasa menguatkan segenap bagian GKP.

Panitia Pesan Sidang Sinode XXIX GKP:
Pdt. Wahju S. Wibowo
Pdt. Ira Imelda
Pdt. Daryatno
Pdt. Yusi Sri Wahyuni
Pdt. Maria Aprina
Pnt. Mike Greeth Rumahlatu
Pdt. Dina Esterina
Notulis:
Shella Gracia Vennya
Tasingkem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here